Posts

Being Yourself?

Gue tipe orang yang ngga bisa sama sekali nyembunyiin perasaan apapun. Mau itu sedih, seneng, marah, sakit, cinta(?), dan segala macam emosi lainnya. Di satu sisi gue merasa itu sifat yang bagus, karna stereotype orang-orang yang kaya gitu, dipandang cheerfull, humble, always happy, ceriang, hidup nggada beban, karna semuanya dia ceritain gitu, malah bebannya ke orang lain wkwk. Tapi di sisi lain, gue sempet mikir, apa urusan orang lain tau cerita gue, siapa mereka, kenapa gue sebegitu gampangnya cerita tentang hidup gue ke orang lain. Sebenernya, jauh dihati gue yang paling dalem banget, setelah gue cerita itu, gue tidak menemukan adanya “peace” dalam diri gue. Hati gue nyuruh gue diem, tapi mulut gue maunya cerita. Gue sering bertanya-tanya sebenernya sama diri gue sendiri, “Lu tuh mau jadi orang yang kaya gimana sih?” apakah yang selalu ceria, ngga pernah nangis dihadapan orang lain, selalu menyebarkan aura positive ke orang-orang, atau jadi yang biasa aja ke segala hal? Menur...

Gap Year

Sebenernya istilah "Gap year" baru muncul baru-baru ini, istilah keren untuk menyebutkan situasi dimana kita yang sedang menganggur setahun untuk tidak kuliah, bisa karena berbagai alasan, tapi kebanyakan orang disekitar gue dan gue sendiri pun, karena gagal dalam SNMPTN, ujian SBMPTN maupun mandiri. Gue dan beberapa temen-temen gue mengisi waktu gapyear ini dengan les untuk persiapan ujian SBMPTN dan mandiri tahun depan, tapi ada juga temen gue yang memilih belajar di rumah sendiri tanpa harus mengikuti suatu bimbel manapun. Hal yang paling gue ngga suka waktu awal-awal gue gap year adalah yang pertama, ditanya "kuliah dimana sekarang?" dan gue harus menjelaskan secara detail situasi gue panjang lebar karna kalo gue bilang gapyear doang, mereka ngga ngerti.  Yang kedua ngecek social media, di Instagram semua orang post twibon mereka kuliah di kampus ini, jurusan ini, snapgram dapet almet baru, temen baru, suasana baru, di timeline Line mereka post cerit...